hi teman-teman, kali ini aku mau sedikit sharing aja nih.. jadi waktu itu aku sih iseng-iseng aja gitu yaa ikutan lomba di kampus, ehh.. tanpa disangka-sangka aku juara 1 :) hehe. tapi, aku sadar essai aku ini masih banyak kekurangan. kalau kalian punya pengalaman lebih, boleh lah yaa kita saling sharing hehe..
Islam Abad 21
Islam
merupakan ajaran universal, misi dari kebenaran ajarannya melampaui batas-batas
suku, etnis, bangsa, dan bahasa. Secara historis-sosiologis, pada abad 21 umat
islam semakin sadar bahwa islam benar-benar tertantang memasuki panggung dakwah
yang berskala global, yang disebabkan oleh revolusi teknologi transportasi dan
informatika serta komunikasi. Salah satu karakter islam adalah sifatnya yang
dinamis, hal tersebut tampak dari keluasan
ajaran-ajaran yang dapat dipakai oleh siapa pun, dimana pun, dan kapan
pun.
Sepanjang
abad ke-20 dan abad ke-21, pergolakan terus berlangsung di bumi islam. Dari
tahun ke tahun, hari ke hari, menit ke menit, bahkan detik ke detik umat islam
dibelahan dunia terus dipertontonkan dengan peristiwa pendzaliman, pembasmian,
pembunuhan, dan kebiadaban yang terus terjadi. Globalisasi telah banyak membawa
dampak negatif khususnya bagi manusia itu sendiri, oleh karena itu peranan
islam sangat penting sebagai filter segala sesuatu yang menyebar dan islam
harus menjadi pengendali.
Menurut netizen di abad milenial
ini, kita merasakan matinya kreativitas dalam pemikiran dunia Islam. Belum ada
yang mampu menyamai karya-karya Ibn Taimiyyah, Al Ghazali, Ibn Sina, Ibn Rusyd,
Rasyid Ridha, Ali Syari’ati, Muhammad Iqbal, Muhammad ‘Abduh, Hasan Al Banna,
Sayyid Quthb, dan cendekiawan muslim lainnya. Kebanyakan pada saat ini
merupakan pemikir pemamah, bukan pemikir produsen yang menciptakan
sesuatu yang segar, yang mampu menjembatani clash pemikiran antara
yang liberal dengan tradisional. Generasi muda seperti tak mampu berpikir
independen, ketakutan dicap liberal oleh kelompok fundamental, dan ketakutan
dicap “pertengahan” oleh kelompok liberal. Umat seperti sedang diadu domba oleh
sesuatu yang entah apa namanya. Keadilan sosial dalam
Islam bukan berarti masyarakat sosialis yang merata dalam kamus sosialisme.
Akan tetapi, terletak pada distribusi zakat harta sebesar 2,5% yang tidak
memberatkan pihak mana pun. Akumulasi zakat harta ini kemudian dibagikan secara
merata kepada yang berhak menerima, untuk memberikan mereka lapangan usaha agar
mampu berdikari secara ekonomi. Bantuan sosial dalam Islam berupa pendampingan
dan pemberian kail, bukan sekadar memberikan ikan. Terlebih lagi Islam
menganjurkan kesederhanaan untuk menekan sifat cemburu dan nafsu tak terkendali
dari manusia. Islam tidak anti materialisme, tetapi dalam Islam, materi itu
dispiritualkan sebab segala sesuatu yang bebas nilai amat mungkin menimbulkan
kekacauan. Perkembangan islam di Indonesia mengalami kemajuan yang lebih cepat
dari pada masa sebelumnya. Dinamisasi islam yang terjadi tidakdapat dilepaskan
dari munculnya para intelektual muda. Islam di Indonesia mempunyai
karakteristik yang berbeda dengan islam di belahan dunia. Sejak awal datangnya
islam di Indonesia mengalami akulturasi dengan kepercayaan purba, pra islam,
dan sosio-kultural setempat.
Menurut
Amin Rais, dinamisasi syiar islam beberapa tahun terakhir disebabkan oleh beberapa
faktor, diantaranya pertama sejak masa orde lama, islam sebagai kekuatan
politik mengalami kemandekan hingga runtuhnya orde baru. Kemandekan tersebut
mendorong umat islam untuk menggerakkan kegiatan sosial, pendidikan, budaya, dakwah
secara intensif. Kedua, watak islam yang senantiasa dinamis yang memungkinkan
pemeluknya bersikap statis. Ketiga, khusus di kampus fenomena dakwah yang
beberapa tahun terakhir semakin meningkat menunjukkan adanya kesadaran beragama
di kalangan mahasiswa yang semakin mendalam. Keempat, adanya kesadaran dalam
diri generasi muda, juga karena ekologi sosial, politik, dan budaya. Kelima,
generasi muda yang semakin terpelajar menyadari peliknya memecahkan berbagai
permasalahan nasional Indonesia di masa depan.
Kehidupan
manusia di dunia ini tentu tak luput dari tantangan, baik yang bersifat
internal maupun eksternal. Tantangan merupakan bagian dari sunatullah yang
harus dihadapi dan diatasi oleh manusia, baik secara seorangan maupun secara
bersama-sama. Tantangan yang akan muncul di era 2000-an merupakan masalah besar
dan kompleks, karena persoalan-persoalan yang muncul pada era tersebut tidak
hanya muncul secara alamiah melainkan didukung oleh faktor ilmu pengetahuan,
teknologi, dan semakin mengglobalnya masalah dunia. Dengan dukungan ilmu
pengetahuan dan teknologi, tantangan yang dihadapi menjadi semakin rumit.
Tantangan tersebut tak mengenal ruang, batas, waktu, dan lapisan masyarakat,
melainkan masuk ke seluruh sektor kehidupan dan hajat hidup manusia, termasuk
dalam masalah agama. Artinya, kehidupan keagamaan umat manusia dimanapun ia
berada akan menghadapi tantangan yang sama meskipun dalam nuansa yang berbeda (Tantangan
dan Harapan Umat Islam Di Era Globalisasi, 2003, hlm. 65).
Masyarakat muslim pada abad 21
mengalami keterpurukkan akibat dari perkembangan masyarakat yang tidak dinamis,
misalnya islam disamakan dengan kekerasan, kemiskinan, dan penghinaan. Lebih
rusaknya lagi ialah telah semaraknya tetorisme. Salah satu contohnya ialah
peristiwa 11 September 2001 telah memberikan alas an yang nyaman yang
mempromosikan teori dari benturan peradaban. Hal itu terjadi karena kurangnya
persatuan umat islam. Harapan dari penulis terhadap umat islam di era
globalisasi diantaranya memahami ajaran islam dengan sebaik-baiknya. Maksudnya
ialah komitmen umat isla terhadap agama islam. Inti komitmen muslim terhadap
islam terdapat dalam Q.S. Al-‘Asr (103). Perdamaian berdasarkan keadilan dan
persaudaraan. Maksudnya ialah perdamaian sangat berkaitan dengan keadilan,
sebab perdamaian tidak akan pernah terwujud tanpa adanya keadilan.
Izin mengulas mengenai essay ini. Di bagian awal terasa sangat keren sekali, sangat pantas jika essay ini menjadi juara 1, urgensinya sangat pas dengan kondisi masa sekarang, bahasanya cukup lugas dan dimengerti, essaynya membuat pembaca seakan menghayati mengikuti alur dari penulis buat. Namun saya memberikan saran bahwa alangkah lebih bagus lagi jika essay ini memuat banyak sumber, hadist yang mendukung agar essay ini menjadi lebih bagus.
BalasHapusTerimakasih
Terima kasih atas sarannya 😊
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus